Peraturan atau Sistem Agregat Dalam Sepak Bola
Para fans Manchester United, sekarang ini lagi ngeributin masalah agregat dalam sepak bola. Banyak yang belum tahu dan bertanya. kemarin ada pertandingan UCL babak 16 besar antara Man Utd vs PSG dengan score 0-2 untuk kemenangan PSG di Old Trafford (kandang MU). Mereka bertanya, berarti MU harus menang dengan score berapa jika ingin lolos ke babak 8 besar. Banyak yang debat di sosmed. Jadi sekarang gw mau menjelaskan tentang bagaimana peraturan agregat ini.😉
Dari sumber yang gw baca (https://amp.kaskus.co.id/thread/51427fb1db9248fe6b000007/memahami-pengertian-agregat-dalam-sepak-bola). Peraturan agregat atau peraturan gol tandang adalah suatu aturan khusus dalam turnamen sepak bola sistem gugur. Aturan ini berlaku jika terjadi seri pada gabungan hasil 2 pertandingan kandang dan tandang (gabungan hasil ini disebut agregat). Dalam keadaan ini tim yang maju ke babak berikutnya adalah tim yang lebih banyak mencetak gol di kandang lawan (tandang).
Belum paham? Jadi peraturanya gini. Jika jumlah keseluruhan hasil akhir penggabungan dari 2 pertandingan (kandang & tandang) imbang/seri maka disebut agregat, dan gol tandang akan diberlakukan. Siapa yang lebih banyak mengoleksi gol tandang di dua leg pertandingan (kandang & tandang), maka tim tersebut dinyatakan lolos. Jika jumlah gol tandang kedua tim sama/imbang atau score kembar di dua leg pertandingan, maka akan dilakukan extra time (2x15). Jikka score tandang masih sama, maka akan dilakukan adu pinalti.
MU kemarin kalah 0-2 di kandang sendiri (Old Trafford) oleh PSG. Artinya PSG telah memngoleksi 2 gol tandang, dan koleksi gol tandang MU masih 0. Jadi jika MU ingin lolos ke babak 8 besar, maka mereka harus mencetak gol lebih dari 2 di kandang PSG, untuk membuat gol tandang mereka lebih banyak dari lawan. Atau setidaknya menyamakan jumlah gol tandang (2). Maka akan dilakukan adu pinalti.
Itu kan gol akhir lag keduanya belum pasti. Jadi kita langsung buat perumpamaan aja.👇
Lag pertama di stadion Old Trafford
Man Utd 3-0 PSG ( PSG kalah di tandang). Artinya koleksi gol tandang PSG berjumlah 0, dan tentu koleksi gol tandang MU masih berjumlah 0 juga.
Lag kedua di stadion Parc des Princes
PSG 4-1 Man Utd (PSG menang di kandang). Artinya, tentu koleksi gol tandang PSG tetap 0, dan jumlah koleksi gol tandang MU berjumlah 1.
Karena jumlah keseluruhan gol dari dua pertandingan masing-masing 4-4 (imbang), maka masuk ke dalam peraturan agregat. Jadi meski di lag kedua PSG menang, namun yang lolos ke babak berikutnya adalah MU. Kenapa? Karena jumlah gol tandang yang MU kumpulkan (1) lebih banyak dari jumlah gol tandang yang dikumpulkan PSG (0). Dalam aturan agregat, berapa pun jumlah gol kandangnya, itu tidaklah berarti apa-apa. Tapi ingat, agregat hanya berlaku jika jumlah seluruh gol kedua tim dalam dua pertandingan sama/seri. Tentu jika tidak sama/seri, agregat tidaklah berlaku. Tim akan dipilih berdasarkan jumlah gol keseluruhan dalam dua pertandingan (kandang & tandang). Yang paling banyak mengumpulkan gol, maka tim tersebut dipastikan lolos.
Lalu bagaimana jika di Old Trafford (lag pertama), Man Utd 2-2 PSG. Dan di di stadion Parc des Princes (lag kedua) PSG 6-6 Ma Utd. Jumlah agregatnya sama (8-8). Namun MU tetap dinyatakan lolos. Karena jumlah gol tandang MU lebih banyak dari PSG. Jumlah gol tandang PSG sudah tentu 2. Sedangkan jumlah gol tandang MU yang tadinya 0 menjadi 6.
Jika score kedua lag imbang. Misalkan, lag pertama di Old traford MU dan PSG bermain imbang 1-1, dan bermain imbang lagi 1-1 di lag kedua di Parc des Princes, berarti agregatnya 2-2, maka akan dilakukan extra time (2x15), jika jumlah gol tandang masih seri, maka akan dilakukan adu pinalti, karena jumlah gol tandang yg mereka kumpulkan sama-sama berjumlah 1. Juga ketika PSG menang 0-1 dari MU saat bertandang, eh pas kandang malah kalah oleh MU 1-0. Sama, dilakukan extra time dulu (2x15), jika jumlah gol tandang masih sama, maka akan dilakukan adu pinlati juga. Karena gol tandang kedua tim seri, yaitu sama-sama hanya mengoleksi 1 gol tandang.
Tetapi ada rumor yang menyebutkan peraturan agregat ini akan dihapus.
"AS mengutip media Jerman, Kicker, UEFA sedang mempertimbangkan untuk menghapus peraturan gol tandang di tiga turnamen, yakni Liga Champions, Liga Europa, dan Nations League." 👉https://m.cnnindonesia.com/olahraga/20190207162546-142-367223/peraturan-gol-tandang-liga-champions-berpeluang-dihapus
Semoga bermanfaat😊
Dari sumber yang gw baca (https://amp.kaskus.co.id/thread/51427fb1db9248fe6b000007/memahami-pengertian-agregat-dalam-sepak-bola). Peraturan agregat atau peraturan gol tandang adalah suatu aturan khusus dalam turnamen sepak bola sistem gugur. Aturan ini berlaku jika terjadi seri pada gabungan hasil 2 pertandingan kandang dan tandang (gabungan hasil ini disebut agregat). Dalam keadaan ini tim yang maju ke babak berikutnya adalah tim yang lebih banyak mencetak gol di kandang lawan (tandang).
Belum paham? Jadi peraturanya gini. Jika jumlah keseluruhan hasil akhir penggabungan dari 2 pertandingan (kandang & tandang) imbang/seri maka disebut agregat, dan gol tandang akan diberlakukan. Siapa yang lebih banyak mengoleksi gol tandang di dua leg pertandingan (kandang & tandang), maka tim tersebut dinyatakan lolos. Jika jumlah gol tandang kedua tim sama/imbang atau score kembar di dua leg pertandingan, maka akan dilakukan extra time (2x15). Jikka score tandang masih sama, maka akan dilakukan adu pinalti.
MU kemarin kalah 0-2 di kandang sendiri (Old Trafford) oleh PSG. Artinya PSG telah memngoleksi 2 gol tandang, dan koleksi gol tandang MU masih 0. Jadi jika MU ingin lolos ke babak 8 besar, maka mereka harus mencetak gol lebih dari 2 di kandang PSG, untuk membuat gol tandang mereka lebih banyak dari lawan. Atau setidaknya menyamakan jumlah gol tandang (2). Maka akan dilakukan adu pinalti.
Itu kan gol akhir lag keduanya belum pasti. Jadi kita langsung buat perumpamaan aja.👇
Lag pertama di stadion Old Trafford
Man Utd 3-0 PSG ( PSG kalah di tandang). Artinya koleksi gol tandang PSG berjumlah 0, dan tentu koleksi gol tandang MU masih berjumlah 0 juga.
Lag kedua di stadion Parc des Princes
PSG 4-1 Man Utd (PSG menang di kandang). Artinya, tentu koleksi gol tandang PSG tetap 0, dan jumlah koleksi gol tandang MU berjumlah 1.
Karena jumlah keseluruhan gol dari dua pertandingan masing-masing 4-4 (imbang), maka masuk ke dalam peraturan agregat. Jadi meski di lag kedua PSG menang, namun yang lolos ke babak berikutnya adalah MU. Kenapa? Karena jumlah gol tandang yang MU kumpulkan (1) lebih banyak dari jumlah gol tandang yang dikumpulkan PSG (0). Dalam aturan agregat, berapa pun jumlah gol kandangnya, itu tidaklah berarti apa-apa. Tapi ingat, agregat hanya berlaku jika jumlah seluruh gol kedua tim dalam dua pertandingan sama/seri. Tentu jika tidak sama/seri, agregat tidaklah berlaku. Tim akan dipilih berdasarkan jumlah gol keseluruhan dalam dua pertandingan (kandang & tandang). Yang paling banyak mengumpulkan gol, maka tim tersebut dipastikan lolos.
Lalu bagaimana jika di Old Trafford (lag pertama), Man Utd 2-2 PSG. Dan di di stadion Parc des Princes (lag kedua) PSG 6-6 Ma Utd. Jumlah agregatnya sama (8-8). Namun MU tetap dinyatakan lolos. Karena jumlah gol tandang MU lebih banyak dari PSG. Jumlah gol tandang PSG sudah tentu 2. Sedangkan jumlah gol tandang MU yang tadinya 0 menjadi 6.
Jika score kedua lag imbang. Misalkan, lag pertama di Old traford MU dan PSG bermain imbang 1-1, dan bermain imbang lagi 1-1 di lag kedua di Parc des Princes, berarti agregatnya 2-2, maka akan dilakukan extra time (2x15), jika jumlah gol tandang masih seri, maka akan dilakukan adu pinalti, karena jumlah gol tandang yg mereka kumpulkan sama-sama berjumlah 1. Juga ketika PSG menang 0-1 dari MU saat bertandang, eh pas kandang malah kalah oleh MU 1-0. Sama, dilakukan extra time dulu (2x15), jika jumlah gol tandang masih sama, maka akan dilakukan adu pinlati juga. Karena gol tandang kedua tim seri, yaitu sama-sama hanya mengoleksi 1 gol tandang.
Tetapi ada rumor yang menyebutkan peraturan agregat ini akan dihapus.
"AS mengutip media Jerman, Kicker, UEFA sedang mempertimbangkan untuk menghapus peraturan gol tandang di tiga turnamen, yakni Liga Champions, Liga Europa, dan Nations League." 👉https://m.cnnindonesia.com/olahraga/20190207162546-142-367223/peraturan-gol-tandang-liga-champions-berpeluang-dihapus
Semoga bermanfaat😊


Komentar
Posting Komentar